BERITA FOTO FGD KETAHANAN EKONOMI, BUDAYA, DAN SOSIAL - KESBANGPROV JATENG DI UIN GUSDUR
Pekalongan (10/12) — Sebagai bentuk implementasi Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid bekerja sama dengan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Ketahanan Ekonomi, Budaya, dan Masalah Sosial Masyarakat Indonesia”. Kegiatan FGD ini sebagai upaya memperkuat literasi kebangsaan, ketahanan sosial, serta respons masyarakat terhadap tantangan era digital dan perkembangan teknologi yang terus berkembang.
Kegiatan diawali dengan rangkaian pembukaan, mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, serta keynote speech dari Dekan Fasya, Prof. Dr. Maghfur, M.Ag. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya memahami perubahan sosial-ekonomi di era digital.
"Saat ini kita hidup dalam era kapitalisme data, di mana hampir seluruh aktivitas melalui platform digital. Tantangan ini harus kita kelola sebagai peluang untuk mewujudkan Indonesia Emas yang adil dan sejahtera,” ujarnya.
Prof. Maghfur juga menyambut baik kerja sama dengan Kesbangpol Jateng.
"Kerja sama ini dapat terus dikembangkan untuk penguatan nilai-nilai kebangsaan, membendung radikalisme, serta meningkatkan literasi keberagaman yang inklusif. Melalui forum ini, mari kita sebarkan virus-virus kebaikan di sekitar kita," tambahnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Plt. Kepala Bagian Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Pradhana Agung Nugraha, S.STP., M.M. Ia menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga ketahanan bangsa.
Pradhana juga mengingatkan bahwa tantangan ideologi, sosial, hingga disinformasi digital semakin kompleks sehingga kemampuan literasi mahasiswa harus terus diperkuat.
"Di era keterbukaan informasi, ancaman tidak lagi selalu berbentuk fisik. Ada ancaman ideologi, ancaman sosial, hingga ancaman digital yang perlu disikapi secara cerdas. Karena itu, wawasannya harus diperluas dan literasinya harus ditingkatkan," ujarnya.
"Seribu orang tua bisa bermimpi, tetapi satu orang muda bisa mengubah dunia," tegasnya, menekankan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari generasi muda yang berpengetahuan dan berkarakter.
Usai sambutan, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Fasya UIN Gusdur dan Kesbangpol Jateng, disusul dengan foto bersama dan pembacaan doa.
Sesi FGD dimoderatori oleh Dr. Mubarok, Lc., M.Si. dengan tiga narasumber utama:
1. Dr. KH. Hasan Su’aidi, M.S.I. (Rois Syuriah PCNU Kota Pekalongan). Dalam pemaparannya, Dr. Hasan Su’aidi menjelaskan urgensi ketahanan sosial.
“Ketahanan sosial adalah kemampuan masyarakat untuk menghadapi dan pulih dari ancaman yang bisa mengganggu identitas dan keberlangsungan hidup. Pilar utamanya adalah solidaritas, jaringan sosial, partisipasi, dan kualitas sumber daya manusia,” terangnya.
2. Bapak Ribut Achwandi, S.S., M.Hum. (Budayawan), beliau menyoroti fenomena budaya salah paham di media sosial. “Budaya kita sering berada dalam tarik-menarik antara order dan disorder. Jika dikelola salah satu secara ekstrem, budaya bisa menjadi kaku atau bahkan chaos,” paparnya.
3. Dr. Agus Fakhrina, M.S.I. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fasya), beliau mengangkat isu ketahanan ekonomi generasi Z di tengah derasnya ekonomi digital. “Gen Z perlu disiplin finansial, literasi keuangan, serta kemampuan adaptasi karir agar tetap kompetitif di era digital,” jelasnya.
Dekan Fasya, Prof. Maghfur, dalam closing statement kembali menegaskan bahwa forum seperti ini adalah wujud nyata kolaborasi akademik dan pemerintah.
“Melalui forum ini, mari kita tingkatkan literasi keberagaman, memperkuat wawasan kebangsaan, dan menyebarkan virus-virus kebaikan di lingkungan kita,” pesannya.
FGD berlangsung interaktif dan menghasilkan berbagai rekomendasi terkait penguatan ketahanan ekonomi, budaya, dan sosial di tengah tantangan era teknologi dan arus informasi yang cepat.
Dengan terselenggaranya FGD ini, Fasya UIN Gusdur dan Kesbangpol Jateng menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang memperkokoh ketahanan nasional dan memperkuat peran generasi muda dalam membangun masa depan Indonesia.
repost : BERITA DARI UIN GUSDUR
| Mbak-mbak Panitia dari Kesbangprov di acara ini bertugas sebagai resepsionis. |
| Ini bukan Dekan yaaa... cuma belum diganti aja sama panitia papan namanya. |
| Perilaku hemat dan anti limbah, Kang Ribut bawa termos kopi dari rumah. |
| Sadar ada kamera Jurnalis langsung meminta untuk difotokan |
Komentar
Posting Komentar